Ibu
Mereka bilang hari ini hari mu
Hari dimana mereka mengingat akan jasamu, pengorbananmu
Mereka menciptakan puisi-puisi indah untuk mengenang pengabdianmu
Menangis, meratap setiap kesalahan masa lalu mereka
Ibu, tapi itu tidak bagiku
Harimu bukan hanya hari ini, bukan dulu, bahkan bukan nanti
Aku mengenangmu, mengingatmu juga bukan hanya hari ini
Jauh sebelum aku mampu berucap, sebelum aku mengenal dunia
Bagiku, harimu berawal sejak engkau menempahku menjadi manusia harapanmu
Ibu,
Dulu, dulu sekali, itu harimu
Sekarang, saat ini, detik ini, disetiap hembus nafasku, itu juga harimu
Nanti, esok hari, lusa dan seterusnya itu juga hari mu ibu
Setiap detik aku mengenangnya sebagai harimu
Ibu maafkan aku,
Karena aku takkan pernah mampu membalas setiap detik pengorbanan
Setiap tetes keringatmu untuk hidupku
Setiap tetes airmata dipipimu untuk masa depanku
Setiap kesedihan yang menyelimuti hari-harimu
Karena senandung dosa yang sering ku dendangkan.
Karena kalammu yang sering tak kuhiraukan
Tapi ibu,
Apa yang membuatmu tak pernah berhenti berdoa untukku
Berdoa untuk orang yang selalu menyakiti dan melukai persaanmu
Ibu, ini aku, buah hati yg tak tau diri.
Terimalah ungkapan maaf terdalam, terikhlas yang pernah terucap
Ibu,
Wahai engkau lentera ku,
Mengapa engkau tak pernah sejenak saja berhenti menerangiku
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, bahkan matahari bertambah usia pun
Jiwamu takkan pernah lekang membingkai lahirku
Ibu, Aku sadar,
nyawa pun takkan mampu membalas pengorbananmu
ibu, ini bukan sekedar tulisan
Tapi rasa cinta dan sesal karena sikap dan sifatku
sikap dan sifat yang mencegah terbukanya pintu syurga
Ibu, Cinta ini hanya untukmu
Cinta yg selalu ada didalam hatiku
Tidak dimulut, karena ku takut termuntahkan oleh ku
Tidak dibibir, karena ku takut bisu hingga cintaku tak mampu lagi menyuara
Tidak juga dimata, karena ku takut buta.
Ibu, tetaplah kau menyayangi ku
Ampuni senandung dosa yang selalu kudendangkan pada mu
Ibu tahukah kau aku rindu
Ibu, aku juga masih ingat bantal tempat engkau menangis karena ku
Tempat engkau mencurahkan perasaan sedihmu karena ku
By: Sazali










